Cloud Decoration Cloud Decoration Cloud Decoration Cloud Decoration

Berita & Pengumuman

Informasi terkini seputar kegiatan Gerakan Seniman Masuk Sekolah

Sorotan

Pagelaran Gelar Karya GSMS 2025
04 Dec 2025

Pagelaran Gelar Karya GSMS 2025

Auditorium Museum Negeri Provinsi Sulawesi Tengah di Jalan Kemiri, Kota Palu, dipadati ratusan penonton yang terpukau oleh suguhan karya seni bertajuk “Gelar Karya, Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) 2025”.Pagelaran yang berlangsung pada Selasa malam (28/10/25), menjadi ajang unjuk kebolehan para pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Kota Palu, mulai dari SD, SMP, hingga SMA/SMK.Kegiatan spektakuler ini merupakan persembahan perdana Dinas Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah sebagai puncak dari program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) tahun 2025. Program ini menjadi wadah kolaborasi antara dunia pendidikan dan para seniman profesional dalam upaya melestarikan serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya daerah.Dalam pagelaran tersebut, beragam cabang seni ditampilkan. Mulai dari tari tradisional dan kontemporer, pertunjukan teater bertema budaya lokal, hingga penampilan musik etnik dan modern yang menggema penuh semangat.Sementara itu, turut mengambil peran penting dengan digelarnya pameran karya siswa, menampilkan lukisan, patung, serta instalasi kreatif hasil pembinaan intensif selama tiga bulan.Sebanyak 14 sekolah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Dari tingkat SD, GSMS Kota Palu melibatkan tujuh sekolah, yakni SDN 3 Palu dan SD Inpres 3 Birobuli, serta beberapa sekolah lainnya.Untuk jenjang SMP, tampil memukau para pelajar dari SMPN 6, SMPN 7, SMPN 8, SMPN 15, dan SMPN 16 Kota Palu. Sementara dari tingkat SMA dan SMK, GSMS Provinsi menghadirkan kreativitas dari SMAN 1, SMAN 2, SMAN 4, SMAN 6, SMKN 1, SMKN 3, serta SMA Karunadipa Palu. Para seniman lokal yang terlibat dalam pendampingan mengaku bangga melihat perkembangan para siswa. Mereka menilai bahwa semangat dan keberanian pelajar dalam menampilkan karya adalah bukti nyata bahwa seni masih menjadi bagian penting dalam dunia pendidikan.“Selama tiga bulan kami membimbing mereka, dan hasil malam ini luar biasa. Anak-anak tampil penuh percaya diri dan kreatif,” ujar seniman pendamping, Emhan’saja.Suasana auditorium malam itu benar-benar hidup. Tepuk tangan meriah berkali-kali mengiringi setiap penampilan. Para penonton, yang terdiri dari pelajar, orang tua, hingga masyarakat umum, tampak antusias menikmati setiap suguhan.Banyak di antara mereka yang mengabadikan momen tersebut dengan ponsel, menandakan betapa besar apresiasi publik terhadap kegiatan seni seperti ini. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Hardi, S.Pd., M.Pd, yng membuka kegiatan menyampaikan bahwa GSMS bukan sekadar pertunjukan, melainkan bagian dari gerakan besar untuk membangun karakter dan kreativitas generasi muda melalui seni.“Kami ingin sekolah menjadi ruang yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai budaya, empati, dan imajinasi melalui seni,” ujar Hardi dalam sambutannya.Pagelaran “Gelar Karya GSMS 2025”pun ditutup dengan penampilan kolaboratif seluruh peserta yang membawakan tari dan musik bertema persatuan budaya Nusantara.Gemuruh tepuk tangan panjang menjadi penanda bahwa malam itu, Palu benar-benar menjadi panggung keindahan seni dan kreativitas anak muda Sulawesi Tengah

Pagelaran Gelar Karya GSMS 2025
04 Dec 2025

Pagelaran Gelar Karya GSMS 2025

Auditorium Museum Negeri Provinsi Sulawesi Tengah di Jalan Kemiri, Kota Palu, dipadati ratusan penonton yang terpukau oleh suguhan karya seni bertajuk “Gelar Karya, Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) 2025”.Pagelaran yang berlangsung pada Selasa malam (28/10/25), menjadi ajang unjuk kebolehan para pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Kota Palu, mulai dari SD, SMP, hingga SMA/SMK.Kegiatan spektakuler ini merupakan persembahan perdana Dinas Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah sebagai puncak dari program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) tahun 2025. Program ini menjadi wadah kolaborasi antara dunia pendidikan dan para seniman profesional dalam upaya melestarikan serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya daerah.Dalam pagelaran tersebut, beragam cabang seni ditampilkan. Mulai dari tari tradisional dan kontemporer, pertunjukan teater bertema budaya lokal, hingga penampilan musik etnik dan modern yang menggema penuh semangat.Sementara itu, turut mengambil peran penting dengan digelarnya pameran karya siswa, menampilkan lukisan, patung, serta instalasi kreatif hasil pembinaan intensif selama tiga bulan.Sebanyak 14 sekolah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Dari tingkat SD, GSMS Kota Palu melibatkan tujuh sekolah, yakni SDN 3 Palu dan SD Inpres 3 Birobuli, serta beberapa sekolah lainnya.Untuk jenjang SMP, tampil memukau para pelajar dari SMPN 6, SMPN 7, SMPN 8, SMPN 15, dan SMPN 16 Kota Palu. Sementara dari tingkat SMA dan SMK, GSMS Provinsi menghadirkan kreativitas dari SMAN 1, SMAN 2, SMAN 4, SMAN 6, SMKN 1, SMKN 3, serta SMA Karunadipa Palu. Para seniman lokal yang terlibat dalam pendampingan mengaku bangga melihat perkembangan para siswa. Mereka menilai bahwa semangat dan keberanian pelajar dalam menampilkan karya adalah bukti nyata bahwa seni masih menjadi bagian penting dalam dunia pendidikan.“Selama tiga bulan kami membimbing mereka, dan hasil malam ini luar biasa. Anak-anak tampil penuh percaya diri dan kreatif,” ujar seniman pendamping, Emhan’saja.Suasana auditorium malam itu benar-benar hidup. Tepuk tangan meriah berkali-kali mengiringi setiap penampilan. Para penonton, yang terdiri dari pelajar, orang tua, hingga masyarakat umum, tampak antusias menikmati setiap suguhan.Banyak di antara mereka yang mengabadikan momen tersebut dengan ponsel, menandakan betapa besar apresiasi publik terhadap kegiatan seni seperti ini. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Hardi, S.Pd., M.Pd, yng membuka kegiatan menyampaikan bahwa GSMS bukan sekadar pertunjukan, melainkan bagian dari gerakan besar untuk membangun karakter dan kreativitas generasi muda melalui seni.“Kami ingin sekolah menjadi ruang yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai budaya, empati, dan imajinasi melalui seni,” ujar Hardi dalam sambutannya.Pagelaran “Gelar Karya GSMS 2025”pun ditutup dengan penampilan kolaboratif seluruh peserta yang membawakan tari dan musik bertema persatuan budaya Nusantara.Gemuruh tepuk tangan panjang menjadi penanda bahwa malam itu, Palu benar-benar menjadi panggung keindahan seni dan kreativitas anak muda Sulawesi Tengah

Baca Selengkapnya
Surat Keputusan Pejabat Kuasa Pengguna Anggaran Direktorat Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual tentang Mitra Pemda Pelaksanaan GSMS 2025
22 May 2025

Surat Keputusan Pejabat Kuasa Pengguna Anggaran Direktorat Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual tentang Mitra Pemda Pelaksanaan GSMS 2025

Surat Keputusan Penetapan Mitra Pemerintah Daerah Gerakan Seniman Masuk Sekolah 2025Pelaksanaan Gerakan Seniman Masuk Sekolah 2025 melibatkan 26 pemerintah daerah yang terdiri dari 5 provinsi, 5 kota, 16 kabupaten.Daftar pemerintah daerah tingkat provinsi yang menjadi mitra GSMS 2025, di antaranya:Provinsi Bengkulu,Provinsi Kalimantan Utara,Provinsi Gorontalo,Provinsi Lampung,Provinsi Sulawesi Tengah.Daftar pemerintah daerah tingkat kota yang menjadi mitra GSMS 2025, ialah:Kota Kendari,Kota Padang Panjang,Kota Palu,Kota Pontianak,Kota Singkawang.Daftar pemerintah daerah tingkat kabupaten yang menjadi mitra GSMS 2025, yaitu:Kabupaten Aceh Besar,Kabupaten Aceh Timur,Kabupaten Banjar,Kabupaten Bima,Kabupaten Boalemo,Kabupaten Buru,Kabupaten Gorontalo,Kabupaten Kepulauan Selayar,Kabupaten Konawe,Kabupaten Lampung Barat,Kabupaten Lombok Tengah,Kabupaten Parigi Moutong,Kabupaten Paser,Kabupaten Pringsewu,Kabupaten Seluma,Kabupaten Kepulauan Tanimbar.Sekian, daftar pemerintah daerah mitra Gerakan Seniman Masuk Sekolah 2025. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat kepada masyarakat dan pemajuan kebudayaan.

Baca Selengkapnya
Pembukaan Pendaftaran Gerakan Seniman Masuk Sekolah 2025
21 May 2025

Pembukaan Pendaftaran Gerakan Seniman Masuk Sekolah 2025

Pembukaan Pendaftaran Gerakan Seniman Masuk Sekolah 2025 dibuka pada 21 Mei 2025 sampai 2 Juni 2025.Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi mengumumkan pembukaan pendaftaran Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) 2025. Program ini bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Indonesia kepada generasi muda melalui kolaborasi antara seniman lokal dan sekolah di seluruh Indonesia.Apa itu GSMS?Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) adalah inisiatif strategis untuk melestarikan dan memajukan kebudayaan Indonesia dengan melibatkan seniman sebagai pengajar di sekolah. Program ini mencakup berbagai bidang seni, seperti:Seni Pertunjukan (Tari, Musik, Teater)Seni Rupa, Desain, dan KriyaSeni Media, Film, Animasi, dan FotografiSeni Sastra (Pantun, Puisi, Macapat)GSMS tidak hanya bertujuan untuk mengembangkan bakat seni peserta didik tetapi juga memperkuat karakter bangsa melalui nilai-nilai kearifan lokal.Kriteria SenimanKriteria seniman yang dapat berpartisipasi dalam GSMS, ialah:Warga Negara Indonesia (WNI) yang berasal atau berdomisili di daerah pelaksanaan GSMS.Memiliki kompetensi di bidang seni (tari, musik, teater, seni rupa, sastra, dll.).Bukan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau guru honorer.Memiliki visi pelestarian kebudayaan dan bersedia berkolaborasi dengan sekolah.Diutamakan bagi penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia atau memiliki sertifikasi profesi seni.Cara MendaftarPendaftaran dibuka pada tanggal 21 Mei sampai dengan 2 Juni 2025. Pendaftaran dapat melalui website gsms di gsms.kemenbud.go.id. Bagi seniman yang pernah berpartisipasi, bisa langsung log in akun kembali tanpa melakukan pendaftaran akun menggunakan informasi akun yang sama.GSMS adalah kesempatan yang baik bagi seniman untuk berkontribusi dalam pemberdayaan dan pelestarian warisan budaya Indonesia. Segera daftar dan menjadi bagian kegiatan ini.

Baca Selengkapnya
Pemda Buru Implementasi Program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) 2024
23 Aug 2024

Pemda Buru Implementasi Program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) 2024

Berita Buru, Namlea – Pemerintah Kabupaten Buru menggelar workshop dalam rangka membahas dan merencanakan implementasi program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) tahun 2024.Dengan tagline “Dari Buru untuk Indonesia,” kegiatan workshop ini membahas tentang proses pembelajaran GSMS, proses pelaporan, dan pementasan akhir GSMS yang dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buru, Dahlan Kabau.Kepada reporter DMS Media Group, Sofyan Muhammadia, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buru, Dahlan Kabau menjelaskan pelaksanaan kegiatan workshop ini bertujuan sebagai upaya memadukan pendidikan formal dengan kekayaan seni dan budaya yang dimiliki Kabupaten Buru.Sebagai daerah yang kaya akan warisan budaya, Kabupaten Buru memiliki potensi besar untuk mengembangkan pendidikan berbasis seni dan budaya. Mengingat kabupaten ini dikenal dengan berbagai kesenian tradisional seperti tari sawat, alat musik toto buang, dan berbagai bentuk kerajinan tangan yang unik. Semua ini merupakan aset berharga yang harus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi muda.Beberapa alasan mengapa GSMS sangat penting bagi Kabupaten Buru, dikarenakan GSMS akan membantu melestarikan warisan budaya Buru dengan cara yang efektif. Dengan menghadirkan seniman ke sekolah, maka siswa akan memiliki kesempatan untuk belajar langsung dari para ahli dan praktisi seni budaya lokal.Selain itu, kegiatan ini juga dapat mengembangkan karakter, karena pendidikan seni tidak hanya mengajarkan keterampilan, tetapi juga nilai-nilai seperti disiplin, kerja sama, dan kreativitas. Hal ini sejalan dengan upaya dalam pembentukan karakter generasi muda Buru.Lebih lanjut dikatakannya, dari sisi lain ada potensi ekonomi kreatif yang bisa dihasilkan. Dengan memperkenalkan seni dan budaya sejak dini, maka peluang untuk mengembangkan ekonomi kreatif di masa depan akan terbuka lebar. Ini dapat menjadi solusi alternatif dalam pembangunan ekonomi Kabupaten Buru.GSMS juga diharapkan akan memperkuat identitas Buru sebagai daerah yang kaya akan seni dan budaya. Ini penting dalam konteks persaingan global, di mana identitas lokal menjadi nilai tambah yang signifikan.Diharapkan output yang didapatkan adalah mewariskan kegiatan-kegiatan budaya masa lampau untuk kembali dilestarikan oleh generasi muda, terutama siswa pada bangku sekolah SD dan SMP yang ada di Kabupaten Buru.Seluruh rangkaian kegiatan ini diikuti sebanyak 104 orang peserta, terdiri dari seniman, asisten, kepala sekolah, tim perumus, dan pengelola GSMS. Dalam workshop ini dibahas tentang proses pembelajaran GSMS, proses pelaporan, dan pementasan akhir GSMS.DMS

Baca Selengkapnya
GSMS Tahun 2024, MTs Miftahul Khair Namlea dan MI Persiapan Negeri Namlea Ikut Berprestasi
23 Aug 2024

GSMS Tahun 2024, MTs Miftahul Khair Namlea dan MI Persiapan Negeri Namlea Ikut Berprestasi

Buru, (Inmas)-Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, kembali melaksanakan program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Tahun 2024.  Program ini merupakan upaya strategis dalam memperkuat pelestarian dan pemanfaatan kebudayaan di kalangan pelajar. Pada tahun ini, Kabupaten Buru menjadi salah satu daerah terpilih yang berpartisipasi dalam program tersebut. Sebanyak 23 sekolah/madrasah dari seluruh Indonesia terpilih sebagai sasaran GSMS tingkat pusat, dan 10 sekolah/madrasah di Kabupaten Buru juga terpilih sebagai sasaran GSMS tingkat kabupaten.  Program ini bertujuan untuk mengenalkan dan mengajarkan seni budaya lokal kepada siswa melalui bimbingan langsung dari para seniman yang berkompeten di bidangnya. Pada Rabu, 14 Agustus 2024, Tim Kemendikbudristek bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buru, Bidang Kebudayaan, melakukan monitoring dan evaluasi (monev) di dua madrasah yang terpilih, yaitu MTs Miftahul Khair Namlea dan MI Persipan Negeri Namlea. Kecamatan Namlea Rabu, (14/08/2024) Tim monev yang terdiri dari lima orang dan dikoordinir oleh Ibu Ike Rofikah Fazri dari Kemendikbudristek, serta Ibu Johariah Tan, SE, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buru, beserta staf, menyaksikan langsung proses pembelajaran dan latihan yang dilakukan oleh para siswa. Di MTs Miftahul Khair Namlea, para siswa diajarkan oleh seniman Ibu Susiati La Famane, M.Hum., dengan tema Negeri Kayu Putih yang memadukan puisi dan pantun. Sementara itu, di MI Persipan Negeri Namlea, siswa mempelajari dan menampilkan tarian adat Pulau Buru.  Kedua sekolah menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti program ini, dengan harapan hasil dari pembelajaran ini dapat dipersembahkan pada puncak pementasan GSMS Tahun 2024 yang akan digelar pada bulan Oktober mendatang. Kepala Madrasah MTs Miftahul Khair Namlea, yang diwakili oleh Bapak Burhan Hamid, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kepala Bidang Kebudayaan dan Tim Monev atas terpilihnya MTs Miftahul Khair sebagai salah satu dari tujuh sekolah sasaran monev di Kabupaten Buru. Beliau berharap program ini dapat terus memberikan kontribusi positif bagi pengembangan dan pelestarian seni budaya lokal di kalangan generasi muda. Program GSMS 2024 ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran budaya serta mencetak generasi muda yang mencintai dan melestarikan warisan budaya bangsa, khususnya seni tradisional yang ada di Kabupaten Buru.

Baca Selengkapnya
Kembali Gelar GSMS, Disdikbud Pati Tetap Prioritaskan Angkat WBTB
04 Jul 2024

Kembali Gelar GSMS, Disdikbud Pati Tetap Prioritaskan Angkat WBTB

Kembali Gelar GSMS, Disdikbud Pati Tetap Prioritaskan Angkat WBTBPATI - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati bakal kembali menggelar Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS). Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) bakal diangkat dalam acara yang digelar pada Oktober mendatang.Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kabupaten Pati Tulus Budiharjo mengaku bersyukur kembali dipercaya Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Ristek dan Tekhnologi (Kemendikbudristek) untuk menggelar GSMS. Sebanyak 33 sekolah telah ditunjuk untuk menjalankan kegiatan tersebut."Sebanyak 33 seniman juga akan ditempatkan untuk mendampingi pembelajaran di sekolah tersebut. Tahun ini kita kolaborasikan dari APBN dan APBD," terangnya.Dia berharap lewat kegiatan tersebut nantinya bisa menjadi ajang para siswa untuk mengeksplore seni budaya di Kabupaten Pati. Yakni dimulai dari siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP)"Kamk berharap siswa bisa mengekspresikan bakat dan minatnya,"ujarnya.Sementara itu Sekretaris Disdikbud Pati Paryanto mengatakan dalam pagelaran kali ini akan dikolaborasikan antara seni pertunjukan, seni rupa dan seni kriya. Kesemuanya bakal mengangkat potensi lokal Kabupaten Pati dengan sentuhan modern."Nanti akan ditampilkan dari ketoprak, seni tari, teater maupun kesenian khas Pati lainnya,"imbuhnya.Bahkan Disdikbud Pati kini fokus dalam mengangkat WBTB yang telah ditetapkan. Dari wayang topeng Kedungpanjang maupun batik Bakaran."Dalam pagelarannya nanti selain menampilkan pertunjukkan selama satu minggu juga akan ada pameran instalasi,"tambahnya.Dia berharap kegiatan tersebut nanti dapat membuka ekosistem kebudayaan. Selain kesenian juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.(BeniDewa)

Baca Selengkapnya