Mengenal Kami
Tentang GSMS
Menghubungkan seniman dan ekosistem pendidikan untuk mewariskan nilai kearifan budaya bangsa kepada generasi muda.
Tentang Gerakan
Apa itu Gerakan Seniman Masuk Sekolah?
Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi kembali menghadirkan Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) 2026. Kegiatan unggulan ini dirancang sebagai platform internalisasi nilai budaya untuk membangun karakter peserta didik berbasis ekosistem kebudayaan Indonesia yang kaya.
GSMS adalah kegiatan yang memfasilitasi seniman untuk mengajar langsung di satuan pendidikan (SD, SMP, SMA/SMK, dan SLB) melalui kegiatan ekstrakurikuler. Program ini hadir untuk menjawab keterbatasan guru seni budaya di sekolah sekaligus menjaring talenta berbakat sejak dini.
Tujuan Utama Program
Empat Pilar Gerakan GSMS
Penguatan Karakter
Membentuk sikap kreatif, apresiatif, dan inovatif pada siswa melalui proses pembelajaran seni yang menyenangkan dan bermakna.
Pelestarian Budaya
Melindungi dan mengembangkan Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) di daerah agar warisan leluhur terus hidup di generasi muda.
Sinergi Ekosistem
Menjalin kerja sama berkelanjutan antara sekolah, seniman, dan pemerintah daerah untuk menciptakan ekosistem seni-budaya yang kuat.
Persiapan Kompetisi
Menjaring siswa berprestasi untuk ajang nasional seperti Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) dan kompetisi serupa.
Tahapan Pelaksanaan 2026
Tiga Tahap Seleksi
Pelaksanaan GSMS mencakup tiga tahap seleksi yang transparan dan terstruktur untuk memastikan kualitas program.
Seleksi Calon Mitra Dinas
Dinas pendidikan daerah mendaftarkan diri sebagai mitra penyelenggara GSMS di wilayahnya.
Seleksi Seniman
Seniman terdaftar diseleksi berdasarkan portofolio, kompetensi, dan kesesuaian bidang seni.
Seleksi Siswa secara Lokal
Seleksi siswa dilakukan secara lokal melalui sekolah dan seniman mitra yang telah terpilih.
Proses Pembelajaran
Proses pembelajaran GSMS 2026 bersifat project based learning, dengan ketentuan:
- Proses Belajar: Dilakukan secara luring sebanyak 15 kali pertemuan (minimal 90 menit per sesi) dalam kurun waktu maksimal 3 bulan.
- Pendampingan: Setiap seniman akan didampingi oleh guru pendamping dari sekolah setempat.
- Presentasi Hasil: Di akhir periode, dinas pendidikan daerah wajib memfasilitasi pameran atau pementasan karya siswa sebagai bentuk evaluasi belajar.
Komitmen Inklusivitas & Keamanan
Pelaksanaan GSMS 2026 mengutamakan akses yang adil bagi penyandang disabilitas dan kesetaraan gender.
Selain itu, ditegaskan bahwa tidak boleh ada pungutan wajib kepada orang tua siswa untuk segala kebutuhan pembelajaran maupun penampilan karya.
Kategori GSMS
Kategori GSMS.
Satu gerakan untuk bangsa.
"Refleksi bukan hanya tentang diri, tetapi tentang ingatan kita pada akar budaya bangsa. Dari kebudayaan, kita belajar jati diri, dari jati diri kita membangun masa depan Indonesia"
โ Prof. (Hon) Dr. FADLI ZON, M.Sc. & Menteri Kebudayaan Republik Indonesia
Tanya Jawab
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Mari Berkolaborasi untuk Generasi Bangsa
Jadilah bagian dari gerakan ini. Daftarkan diri Anda sebagai seniman dan berikan inspirasi bagi ribuan siswa di seluruh Indonesia.
Daftar Sekarang